1.siklus batuan

The rock cycle (siklus batuan), merupakan suatu siklus tentang batuan, dimana batuan yang satu dengan yang lainnya memiliki hubungan yang erat, siklus batuan ini berdasarkan dari teori the uniformitarianism, yaitu the present is the key to the past (James Hutton).

Alur dari siklus batuan yaitu;

  1. Adanya konvergen antara ocean crust dengan continental crust menghasilkan gunung api
  2. Lava yang keluar dari proses erupsi ataupun yang belum sempat keluar dan membeku akan menjadi batuan
  3.  beku Batuan beku,mengalami weathering,erosi dan tertransportasi kemudian terdeposisi ( diendapkan) menurut hokum datar asal  diendapkan pada posisi yang datar atau plate.
  4. Kemudian material yang tertransportasi diendapkan, menurut hokum datar asal, diendapkan pada posisi yang plate atau datar
  5. Kemudian terlitifikasi menjadi batuan sedimen
  6. Batuan beku,batuan sedimen yang terkena struktur geologi dan terkena suhu dan tekanan yang tinggi akan menjadi batuan metamorf
  7. Ketiga batuan tersebut dapat melting kembali menjadi magma
  8. Akibat konvergen antara ocean crust dengan continental crust,ocean crust akan mengalami melting karena menyusup kedalam continental crust sehingga terbentuk magma yang akan keluar pada zona lemah di gunung api.

Struktur dan Komposisi Bumi

Dengan menggunakan bantuan alat-alat teknologi tinggi seperti seismograf, ahli-ahli kebumian mempunyai pandangan baru terhadap bentuk maupun struktur dalam bumi. Data-data yang terekam dalam alat tersebut memberikan keterangan adanya struktur bagian dalam bumi yang berlapis-lapis sepusat (Gambar 1.1) dan juga memberikan gambaran ciri-ciri fisik dari setiap perlapisan bagian dalam bumi (geosfera).

Gambar 1.1 Skema struktur dalam bumi (perhatikan ketebalan setiap lapisan).

Secara umum geosfera dibagi menjadi 3 bagian utama yaitu dimulai dari bagian paling dalam disebut inti bumi (core), bagian tengah disebut mantel (mantle) dan bagian paling luar disebut kerak bumi (crust) (Gambar 1.2). Inti bumi dibagi menjadi inti bumi bagian dalam dan inti bumi bagian luar. Inti bumi bagian dalam digambarkan sebagai keadaan padat, sedangkan inti bumi bagian luar sebagai leburan kental. Inti bumi ini disusun oleh bahan-bahan yang mempunyai berat jenis lebih kurang 10 dan berat jenis sebesar ini telah menimbulkan dugaan bahwa susunan inti bumi mungkin mirip dengan meteorit logam, juga dapat dikatakan bahwa bahan besi dan nikel memegang peranan penting di dalamnya.

Mantel atau dikenal dengan selubung/selimut bumi terletak/diapit oleh bagian luar dari kerak bumi dengan lapisan yang tipis dan bagian dalam dibatasi oleh inti bumi bagian luar, kedua bidang pemisah tersebut dikenal sebagai bidang diskontinuitas. Mantel sendiri dibagi menjadi mantel bagian dalam yang disusun oleh unsur besi dan nikel (berat jenis 5-6) dan mantel bagian dalam yang tersusun oleh batuan peridotit dan dunit dengan berat jenis 3,6 hingga 4.

Sedangkan lapisan bumi paling luar disebut kerak bumi atau dikenal dengan litosfera yang disusun oleh batuan seperti yang umum dijumpai di permukaan bumi. Kerak bumi juga dibagi menjadi kerak bumi bagian dalam yang terdiri dari lapisan SIMA dengan kandungan mineral utamanya adalah silisium dan magnesium, sedang kerak bumi bagian luar terdiri dari lapisan SIAL dengan komposisi utamanya berupa oksigen, silisium dan aluminium.

                                    Gambar 1.2 Keratan bumi yang memperlihatkan bagian-bagian dari

inti bumi, mantel dan kerak bumi.

Komposisi bumi dari unit-unit struktur utama di atas dapat dilihat dalam Tabel 1.1. Terlihat unsur mineral utama inti bumi adalah besi dan magnesium ditambah silikat-silikat besi terkandung dalam jumlah yang lebih besar dari mantel. Silikat banyak terjadi di kerak bumi/benua. Sedangkan Tabel 1.2 memperlihatkan bahwa kelompok mineral silikat yang paling banyak yaitu kelompok feldspar (K-feldspar dan plagioklas) dengan 58% volume dan mineral-mineral utama pembentuk batuan seperti piroksen, amfibol, kuarsa, mika dan olivin mencapai 37% volume, serta mineral-mineral penyerta pembentuk batuan berjumlah sangat kecil yaitu 5% volume seperti karbonat, oksida, sulfida, halida, epidot, aluminosilikat, garnet dan zeolit.

Tabel 1.1. Komposisi dari struktur bumi dalam persen berat (Mason, 1966).

Unsur Kerak Benua Kerak Samudra Mantel (rata-rata Batuan Meteorit) Inti (rata-rata Meteorit Besi)
SiO2 60,1 49,9 38,3
TiO2 1.1 1.5 0.1
Al2O3 15.6 17.3 2.5
Fe2O3 3.1 2.0
FeO 3.9 6.9 12.5
FeS 5.8
Fe 11.9 90.8
Ni 1.4 8.6
Co 0.1 0.6
MgO 3.6 7.3 24.0
CaO 5.2 11.9 2.0
Na2O 3.9 2.8 1.0
K2O 3.2 0.2 0.2
P2O5 0.3 0.2 0.2

Tabel 1.2. Mineral penyusun kerak bumi (Ernst, 1969).

Kelompok Mineral Persen Volume
K-Feldspar, PlagioklasPiroksen, AmfibolKuarsa

Mika, Klorit, Mineral Lempung

Karbonat, Oksida, Sulfida, Halida

Olivin

Epidot, Aluminosilikat, Garnet, Zeolit

581311

10

3

3

2

(sumber:www.google.com)